xtomm

TIME

Followers

IP

XTomm Gadget : Menghindari Red Eye Camera

Flash yang jadi satu dengan kamera memang sangat praktis, tetapi itu dapat menghasilkan suatu hasil yang mematikan seperti tampilan red-eye sampai pada tampilan bercahaya yang tidak alami. Hal itu biasa terjadi pada saat pengambilan gambar pada keadaan dengan cahaya yang kurang, seperti saat pesta di malam hari. Cara termudah untuk sukses mengambil gambar di pencahayaan rendah ini adalah dengan memakai flash eksternal, tetapi hal ini kurang praktis. Untuk itu coba kita atur setting umum di kamera digital untuk mengatasi hal ini.

Mode Red-eye reduction
Kalau bisa hindari pemakaian setting ini. Kilatan cahaya sangat mengganggu dan menyiksa subjek Anda dengan flash tambahan sebelum mengambil gambar akan membunuh spontanitas. Ditambah lagi, bahkan setelah Anda memakainya, red-eye tetap akan ada. Jadi tidak sebanding untuk memakainya.

Mode Flash Night time
Gunakan setting ini untuk pengambilan gambar yang artistik. Pemikiran di sini yaitu kamera akan menurunkan kecepatan shutter-nya, yang akan membuat Anda bisa mengambil pemandangan background di belakang jangkauan dari flash.

Flash exposure compensation
Gunakan setting ini ketika flash Anda terlalu berlebihan, dalam arti pada setiap foto yang Anda ambil, subjek foto Anda terlihat terlalu terang. Anda dapat menemukan setting di bagian menu dari option. Setting ini membuat Anda bisa mengatur intensitas dari flash.

Menambah kecepatan ISO
Anda dapat menggunakan setting, tetapi ingat untuk mengembalikannya ke nilai default ketika Anda selesai menggunakannya. Dengan menaikkan kecepatan ISO dari 100 ke 200, 400, atau lebih, Anda akan menaikkan sensitifitas dari sensor gambar Anda. Hasilnya biasanya akan memuat informasi latar belakang yang lebih lengkap sehingga Anda tidak akan cuman mendapat latar belakang hitam saja dan jangkauan flash yang lebih jauh (8 sampai 15 kaki lebih jauh). Perhatikan Anda akan mendapat noise yang lebih banyak pada gambar dengan memakai setting ISO yang lebih tinggi. Hal ini tidak menjadi masalah untuk dicetak pada ukuran 4x6, tetapi akan terlihat jika dibesarkan lagi ukurannya, terutama di bagian bayangan. Juga ingat untuk mengembalikan ISO Anda ke 100 di akhir pesta.

Mode Shutter-priority
Setting ini membuat Anda bisa megatur kecepatan shutter seperti yang Anda mau, mengatur lubang bidikan kamera dan hasil flash. Kecepatan shutter standar pada mode flash untuk kebanyakan kamera adalah 1/60 detik. Jika Anda berganti ke mode shutter-priority, Anda bisa memperlambat kecepatan shutter ke 1/30 atau 1/15 detik, dan Anda akan mendapat perbedaan besar di bidikan Anda. Kecepatan ini cukup untuk menangkap lebih banyak informasi dari latar belakang, seperti kerlipan cahaya, lilin dan lainnya. Tetapi tidak selambat blur yang berlebihan dan guncangan pada kamera. Jika Anda mengkombinasikan teknik ini dengan menaikkan ISO Anda ke 200, Anda akan mendapat hasil yang lebih bagus. Benar-benar jurus terjitu untuk foto waktu pesta. (cnet/cax-kapanlagi)

blogger/*xtomm

Xtomm Tips : Merawat CD/DVD Supaya Lebih Awet

Compact Disk (CD) telah menjadi media penyimpanan yang umum digunakan baik untuk menyimpan data sementara dan dapat dibawa dengan mudah atau portable maupun sebagai media media penyimpanan data backup.
Berikut ini Tips merawat CD dan DVD:

1. Perhatikan Warna Lapisan Pemantul
Agar CD dan DVD saat ditulis dan dibaca tidak mengalami masalah, Anda dianjurkan mencari CD/DVD yang lapisan pemantulnya berwarna silver (perak) atau agak keemasan. Anda jangan pernah memilih pemantul yang berwarna-warni (biru, merah apalagi hitam). Sebab lapisan pemantul ini berperan dalam pembacaan data dari CD/DVD yang telah ditulis. CD/DVD yang berwarna-warni kemungkinan tidak ada kendala saat penulisan (write) oleh CD/DVD burner, namun ada kemungkinan akan susah saat dibaca.

2. Bakar Di Bawah Kecepatan Maksima.
Bakarlah (burn) CD/DVD yang Anda beli dibawah kecepatan maksimal yang tercantum di software burner (NERO, ROXIO, dsb). Jangan pernah percaya tentang kecepatan maksimum yang tertulis di label CD/DVD. Sebab meskipun tertulis 52x, tapi seringkal setelah dianalisa oleh CD/DVD burner melalui software burner, biasanya nilai tulis itu akan turun. Untuk kebutuhan kompatibiitas pembacaan, pilih kecepatan burning 10x/12x saja -walaupun hal ini akan berdampak pada waktu proses pembakaran. Selain itu, hal ini juga dapat mengantisipasi apabila CD/DVD tesebut akan dibaca dari device CD/DVD ROM dengan spesifikasi baca (read) lebih rendah -yang masih banyak digunakan.

3. Isian Data Jangan Sampai Full
Usahakan ketika pengisian data jangan sampai full, berilah ruang kosong (free space) beberapa mega byte.

4. Simpan Dalam Plastik Khusus
Setelah dibakar/dibaca, usahakan CD/DVD disimpan ke dalam plastik khusus untuk menghindari debu atau goresan. Simpan CD/DVD ditempat yang kering dan gelap, usahakan jangan lembab atau terkena sinar matahari langsung karena akan merusak lapisan pemantul sehingga CD/DVD sulit dibaca.

5. Jangan Ditekan
Jangan menulis label CD/DVD dengan, usahakan dengan spidol permanent pada bagian labelnya.

6. Perhatikan Cara Membersihkannya
Sebelum dimasukan untuk dibaca usahakan CD/DVD dibersihkan dari debu dan gunakan kain halus yang biasa untuk membersihkan kacamata. Hindari penggunaan tissue ala kadarnya atau baju untuk membersihkannya, hal ini guna menguhindarimunculnya goresa pada disk yang menyebabkan CD/DVD tidak dapat dibaca. (de-rarz.blogspot.com)


blogger/*xtomm

Xtomm Free Money : Apa itu PTC ?

Mungkin sudah pernah mendengar istilah PTC ato dikenal juga dengan PPC. PTC atau Paid To Click adalah program advertising yang membayar membernya untuk mengklik iklan yang ada di websitenya. Sumber uang PTC didapat dari pemasang iklan di website PTC itu. Biasanya harga pasang iklan di sebuah PTC merupakan harga per click standard + per click refferal + keuntungan tuh PTC. Jadi Klo harga pasang iklan lebih murah daripada pembayaran per kliknya, dapat dipastikan PTC itu SCAM alias gak mungkin bayar.

Kebanyakan PTC membayar via Alertpay ataupun Paypal, namun masih banyak lagi payment prossesor yg bisa digunakan dalam PTC, contohnya LR, Moneybooker dll. Jangka Waktu pembayaran tertera dalam TOS (terms of service). Ada yg membayar Instant (hitungan menit) maupun hitungan hari (hari bisnis).

Refferal dalam istilah MLM bisa diartikan sebagai downline. Dalam PTC, apabila refferal kita mengklik iklan, maka kita dapat komisi, rata2 50%-100% dari Klik yang kita lakukan sendiri.
Refferal Bisa didapat dengan cara mencari/mengajak (direct reff), Membeli ataupun Rental refferal (jangka waktu perbulan)_

blogger/*xtomm

Pemburu Hantu Inggris Ciptakan Kamera Penangkap Gambar Hantu

Pemburu hantu dari Inggris, Paul Rowland (49), mengklaim berhasil menciptakan perangkat elektronik untuk mengabadikan gambar arwah gentayangan. Perangkat elektronik ini dilengkapi dengan sinar ultraviolet dan inframerah untuk menangkap gambar yang tidak mampu diabadikan kamera biasa.

Dengan perangkat elektroniknya itu, Paul Rowland berhasil mengabadikan arwah seorang anak kecil di salah satu ruang mansion Welsh tempat ia bekerja. Paul Rowland telah mendengar kabar tentang roh halus anak kecil itu sebelum berhasil mengabadikannya.

"Roh halus anak kecil itu berupa sebuah lengan orang dewasa yang bergerak mendekatiku," tutur Paul Rowland menceritakan pengalamannya itu. Paul mengaku tergerak untuk mengembangkan perlengkapan elektronik itu setelah menyaksikan program berburu hantu yang ditayangkan oleh televisi seperti Most Haunted.

"Karena perangkat penangkap gambar itu belum ada, saya mencoba untuk menciptakannya sendiri," ujar Paul. Paul yakin perangkat elektronik yang dikembangkannya itu mampu membantu kamera menangkap gambar sejumlah roh halus pada masa mendatang.

"Saya menggunakan sinar ultraviolet dan biru untuk memungkinkan penangkapan gambar di ruang gelap. Perangkat itu juga dilengkapi dengan kamera digital still dan camcorder yang mampu menangkap gambar dalam sorotan cahaya ultraviolet," ujar Paul Rowland_Kompas

Blogger/*xtomm

XTomm Gadget : Tips memotret dengan ponsel kamera

Berikut kami sajikan tips untuk memotret dengan ponsel ber-kamera bagi yang masih amatir:

1. Lebih dekat ke obyek
Ponsel kamera yang beredar kebanyakan tidak dibekali dengan lensa zoom yang maksimal, jadi pastikan Anda mendekati obyek yang akan dibidik. Format pengambilan foto close up membuat hasil foto terlihat jauh lebih detail. Tapi hati-hati. Jaga jarak Anda dengan obyek. Mode pengambilan gambar makro tidak selalu bisa dijumpai di ponsel. Pengambilan gambar yang terlalu dekat bisa membuat gambar blur.

2. Hati-hati dengan cahaya
Ingat baik-baik premis ini, low light = gambar buruk. Cobalah untuk mengambil gambar dalam kondisi penerangan yang cukup, kecuali ponsel kamera Anda memiliki flash yang terintegrasi. Saat memotret di bawah terpaan sinar matahari, obyek jangan membelakangi datangnya cahaya. Hal ini bisa dilanggar ketika Anda ingin bereksperimen membuat foto siluet.

3. Perhatikan latar belakang
Tempatkan obyek dengan latar belakang yang tidak terlalu sibuk. Perhatikan juga apakah latar belakang tidak mengganggu obyek. Jangan sampai pohon yang ada di belakang obyek misalnya seolah-olah tumbuh dari kepala si obyek.

4. Coba angle yang berbeda
Jangan takut untuk bereksperimen. Jika ponsel Anda dibekali dengan kartu memori yang cukup, cobalah mengambil foto dengan angle yang berbeda- beda. Foto Anda akan terlihat tidak monoton dan lebih kreatif.
5. Pilih resolusi yang tinggi
Makin tinggi resolusi yang Anda pakai, makin baik gambar yang dihasilkan. Perbedaan kualitas foto antara resolusi tinggi dan rendah tidak akan terlihat di layar ponsel. Perbedaan ini baru akan terlihat saat Anda memindahkan foto dan melihatnya dari layar komputer.

6. Bersihkan lensa
Ponsel kamera umumnya tidak dibekali dengan penutup lensa. Ini membuat lensa mudah kotor karena terkena debu atau cap jari Anda yang tertinggal. Pastikan untuk membersihkan lensa Anda sebelum mengambil foto.

7. Bijaksanalah menggunakan memori
Biasakan untuk memindahkan foto Anda ke PC. Jadi selalu ada kapasitas memori yang cukup untuk mengambil foto.

8. Steady
Jaga keseimbangan. Usahakan tangan Anda jangan sampai bergoyang saat tombol shutter ditekan. Ini untuk menjaga agar foto Anda tidak blur.

9. Eksplorasi fitur yang tersedia
Ponsel kamera untuk tipe-tipe ponsel mid-end dan high-end umumnya dibekali dengan fitur yang cukup lengkap. Di sana bisa Anda temukan pengaturan brightness, exposure, white balance, dan fitur-fitur lain. Sesekali sempatkanlah untuk mengeksplorasi fitur apa saja yang ada di ponsel. Dengan mengenal perangkat yang Anda gunakan, Anda bisa menggunakannya dengan optimal

10. Eksperimen dengan White Balance
Ponsel Anda memiliki fitur white balance? Cobalah mengutak-atik fitur ini. Anda bisa memodifikasi warna dan menghasilkan foto yang berbeda.

11. Hindari penggunaan digital zoom
Dekatkan diri ke obyek dengan cara menggeser posisi Anda, bukan dengan digital zoom. Penggunaan digital zoom bisa membuat kualitas gambar berkurang

12. Perhatikan ukuran cetakan
Foto yang dibidik dari ponsel bisa dicetak dengan kualitas maksimal jika Anda menyesuaikan ukuran cetakan dengan resolusi gambar._Trend digital

blogger/*xtomm

XTomm Tips : Tips memilih Laptop yang tepat

Laptop sepertinya sudah bukan menjadi barang mewah lagi. Mereka yang mobilitasnya tinggi dan sering bepergian, memilih laptop sebagai 'teman sejati' yang menemani setiap pekerjaan mereka kemanapun mereka pergi.
Bagaimana memilih laptop yang sesuai dengan kebutuhan? Simak beberapa tips singkat berikut ini:

1. Tentukan dulu kegunaannya, apakah laptop akan dipakai untuk disain dan gaming, men-develop sistem, atau mobile.
* Jika laptop dipakai untuk tujuan disain dan gaming, sebaiknya Anda memilih spesifikasi laptop dengan menitikberatkan pada kartu VGA (Video Graphics Array) dan memori yang handal. Jika Anda ingin laptop dengan kemampuan lebih tinggi, memilih teknologi multi-core dan arsitektur 64-bit sangat disarankan.
*
Untuk mobile, Anda bisa menekankan pilihan pada umur baterai, berat laptop, ukuran layar, serta beberapa fitur internal konektifitas seperti wifi, bluetooth, IrDA, NetworkCard, Modem.

2. Jika Anda akan sering memakai laptop di perjalanan, sebaiknya pilih laptop yang ringan, dengan ukuran layar yang tidak terlalu besar agar tidak kesulitan membawanya.

3. Pertimbangkan layanan purna jualnya.
Saat hendak membeli laptop, jangan lupa untuk mempertimbangkan layanan purna jualnya mulai dari gerai service (banyak atau tidak, mudah dijangkau atau tidak), ketersediaan spare parts serta harga jual kembali. Jangan memilih laptop yang spare parts-nya sulit dicari. Disarankan, jangan membeli laptop yang spare parts-nya sulit dicari._Detik Portal

blogger/*xtomm